Sistem Rantai Pasok Unggas Melalui Praktikum Supply Chain Management di PT Ciomas Adisatwa Maros

Maros, [31 Mei 2025] — Mahasiswa Program Studi Agribisnis Peternakan Fakultas Vokasi melaksanakan kegiatan praktikum lapangan dengan tema Supply Chain Management (SCM) di PT Ciomas Adisatwa, Maros, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran terapan dalam mata kuliah Manajemen Rantai Pasok, yang bertujuan untuk memahami alur distribusi produk peternakan secara menyeluruh — dari produksi hingga ke tangan konsumen.

PT Ciomas Adisatwa merupakan perusahaan unggas yang terintegrasi dalam JAPFA Group, dengan fokus pada penyediaan ayam broiler siap potong dan produk unggas lainnya. Praktikum ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati secara langsung proses rantai pasok yang diterapkan oleh perusahaan dalam menjamin efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan produk unggas. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 20-31 Mei 2025.

Kegiatan praktikum difokuskan pada beberapa aspek penting dalam SCM, di antaranya:

  • Alur rantai pasok produk unggas, mulai dari farm (peternakan) hingga ke cold storage dan distribusi ke mitra dagang.
  • Manajemen logistik, termasuk penyimpanan, transportasi, dan sistem distribusi dingin (cold chain) untuk menjaga kualitas produk.
  • Koordinasi antara unit produksi, pengolahan, dan pemasaran guna meminimalkan risiko keterlambatan atau kerugian.
  • Penggunaan teknologi informasi untuk pelacakan (tracking) dan pengendalian distribusi barang.

Dosen pembimbing, [Prof. Dr. Ir. Hastang, M.Si., IPU. dan Mutmainnah, S.Pt., M.Sc], menjelaskan bahwa pemahaman SCM sangat penting dalam dunia industri peternakan yang menuntut ketepatan waktu, mutu, dan efisiensi operasional. “Melalui praktik lapangan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tapi juga melihat secara nyata bagaimana supply chain dikelola di perusahaan besar seperti PT Ciomas,” jelasnya.

Mahasiswa juga berdiskusi dengan pihak manajemen perusahaan terkait tantangan dalam rantai pasok, seperti fluktuasi permintaan pasar, pengaturan jadwal produksi, serta pengelolaan risiko selama proses distribusi.

Di akhir kegiatan, mahasiswa diminta menyusun laporan analisis dan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas rantai pasok berdasarkan hasil pengamatan mereka.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami kompleksitas dan pentingnya manajemen rantai pasok dalam industri agribisnis peternakan, serta siap menerapkannya dalam dunia kerja profesional di masa mendatang.