Makassar, [21 Mei 2025] – Mahasiswa Program Studi Agribisnis Peternakan, Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin, melaksanakan praktikum lapangan mata kuliah Ekspor-Impor di sejumlah instansi strategis, yakni Balai Karantina Hewan Makassar, laboratorium uji karantina, serta kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai alur, prosedur, serta regulasi yang berlaku dalam kegiatan ekspor dan impor komoditas hewan dan produk peternakan. Praktikum ini menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran berbasis industri (link and match) yang diterapkan Fakultas Vokasi Unhas.
Dalam kunjungan ke Balai Karantina Hewan, mahasiswa mempelajari berbagai prosedur karantina, termasuk:
- Proses pemeriksaan dan sertifikasi kesehatan hewan dan produk turunannya sebelum ekspor/impor.
- Identifikasi risiko penyakit hewan menular strategis.
- Tata cara pengajuan dokumen karantina (KH-1, KH-2, KH-12, dan lainnya).
- Kunjungan ke laboratorium uji untuk melihat proses pengambilan dan pengujian sampel.
Mahasiswa juga melakukan observasi lapangan di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar untuk melihat langsung proses ekspor produk hewan melalui jalur laut, termasuk alur kontainer, pengecekan dokumen, hingga kerja sama antara pelaku ekspor, petugas karantina, dan bea cukai.
Sementara di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, mahasiswa mengamati prosedur pengiriman ekspor dan impor melalui jalur udara, dengan fokus pada produk bernilai tinggi atau yang memerlukan penanganan cepat, seperti DOC (Day Old Chick), daging segar, atau plasma nutfah.
Dosen pengampu mata kuliah, [Sri Wira Utami, S.Pt., M.Si. ; Mirnatul Qinayah S.Pt., M.Si. ; dan Mutmainnah S.Pt., M.Sc], menyatakan bahwa praktikum ini sangat penting untuk memberikan pemahaman riil kepada mahasiswa mengenai kompleksitas proses perdagangan internasional komoditas peternakan. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 11-21 Mei 2025.
“Kami ingin mahasiswa mampu memahami proses dari hulu ke hilir, mulai dari dokumen, pemeriksaan, hingga distribusi di pelabuhan dan bandara. Ini adalah bekal penting untuk menjadi pelaku atau analis di bidang ekspor-impor,” ujarnya.
Pihak Balai Karantina Hewan juga menyambut baik kegiatan ini dan berharap kolaborasi dengan kampus terus ditingkatkan untuk mencetak lulusan vokasi yang profesional dan siap kerja di sektor perdagangan global.
“Melihat langsung proses karantina dan ekspor di pelabuhan dan bandara membuat kami sadar pentingnya sertifikasi dan prosedur resmi dalam menjaga mutu dan keamanan produk kita di pasar internasional,” ujarnya.
Kegiatan ini memperkuat posisi Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam mendukung daya saing ekspor produk peternakan Indonesia.



