MAHASISWA PRODI AGRIBISNIS PETERNAKAN FAKULTAS VOKASI UNHAS SUKSES LULUS UJI KOMPETENSI SKEMA MANAJER AGRIBISNIS BIDANG PEMASARAN DI LSP UNHAS

Makassar, 8 Agustus 2025 – Sebanyak 19 mahasiswa Program Studi Agribisnis Peternakan, Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas), berhasil menyelesaikan Uji Kompetensi Skema Manajer Agribisnis Bidang Pemasaran yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unhas. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 7-8 Agustus 2025, di PBV Fakultas Vokasi Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar.

Uji kompetensi ini merupakan bagian dari strategi Fakultas Vokasi Unhas dalam memastikan lulusannya memiliki daya saing tinggi di dunia kerja dan industri agribisnis. Skema Manajer Agribisnis Bidang Pemasaran dipilih karena relevansinya dengan kebutuhan sektor peternakan yang semakin menuntut profesional muda yang tidak hanya memahami produksi, tetapi juga mampu mengelola pemasaran secara strategis dan berbasis data.

“Kami ingin lulusan Agribisnis Peternakan bukan hanya bisa mengelola peternakan, tapi juga mampu menjual hasilnya dengan baik. Penguasaan strategi pemasaran, branding, dan digital marketing menjadi kunci keberhasilan di era ekonomi modern,” ujar Koordinator Prodi Agribisnis Peternakan, Dr. Kasmiyati Kasim, saat mendampingi mahasiswa dalam pelaksanaan uji kompetensi.

Uji kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP Unhas—lembaga sertifikasi yang telah terakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)—menggunakan metode penilaian yang ketat dan sesuai standar nasional. Para mahasiswa diuji melalui tiga tahap utama: ujian tertulis, studi kasus pemasaran produk agribisnis, serta presentasi rencana pemasaran inovatif yang relevan dengan kondisi pasar lokal dan nasional.

Asesor dari LSP Unhas, Sri Wira Utami, menyampaikan bahwa peserta dinilai berdasarkan kemampuan mereka dalam menganalisis pasar, merancang strategi distribusi, menentukan harga kompetitif, serta merancang kampanye promosi yang efektif. “Kami tidak hanya melihat teori, tapi bagaimana mereka menerapkannya dalam konteks nyata. Hasilnya, sebagian besar peserta menunjukkan pemahaman yang sangat baik,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Nasrah, mahasiswa angkatan 2022, mengungkapkan rasa syukurnya setelah dinyatakan lulus dalam uji kompetensi. “Ini pengalaman yang sangat berharga. Saya jadi lebih siap menghadapi dunia kerja, terutama jika ingin bekerja di perusahaan peternakan atau membangun startup berbasis agribisnis. Sertifikasi ini juga akan menjadi nilai tambah saat melamar kerja,” ujarnya.

Dekan Fakultas Vokasi Unhas, Prof. Muh. Restu, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan mahasiswa dan dukungan LSP Unhas dalam meningkatkan kualitas lulusan. “Kami berkomitmen menjadikan uji kompetensi sebagai bagian wajib dari proses kelulusan. Ini bentuk nyata bahwa Fakultas Vokasi mengedepankan pendidikan vokasional yang aplikatif, terstandar, dan berdaya saing,” tegasnya.

Ke depan, Fakultas Vokasi Unhas berencana memperluas cakupan skema uji kompetensi untuk bidang lain seperti manajemen operasional peternakan, kewirausahaan agribisnis, dan pengelolaan rantai pasok. Kolaborasi dengan LSP Unhas akan terus diperkuat untuk memastikan sertifikasi yang diperoleh mahasiswa diakui secara nasional dan membuka akses lebih luas ke dunia industri.

Dengan capaian ini, diharapkan lulusan Prodi Agribisnis Peternakan Fakultas Vokasi Unhas dapat menjadi pelopor dalam transformasi sektor agribisnis Indonesia, khususnya di bidang pemasaran produk peternakan yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.